Chapter 6: Design Thinking

Alhamdulillah skrg postingan ke 6, dan tugas saya kali ini adalah mereview tentang materi yang udah dikasih sama guest lecture kita yang kreatif yaitu:

ADI PANUNTUN

Siapakah Adi Panuntun itu ?

Dia seorang lulusan DKV ITB angkatan 97 yang kemudian melanjutkan pendidikan s2 nya di Newcaste,UK. Waah kuliah di Inggris, hebaat. Kehebatannya bukan karena kuliah di Inggris aja, tapi lebih karena pencapaian-pencapainya yang sudah dilakukan di usia mudanya itu.Apa sih pencapaiannya ?

=>  Dia membuat film C I N (T) A

wow, udah buat film profesional yang filmnya ditonton banyak orang

=> Seorang CEO Sembilan Matahari

CEO ?? ini prestasi yang lebih hebat lagi

Oke, sekilas tentang profile si Guest Lecture hebat kita. Sekarang saatnya saya mengulas apa aja sih hal-hal menarik yang disampaikan hari itu..

hhmmm, jujur aja waktu itu kebetulan saya dateng agak telat dikit. hehehe. Jadi ketinggalan yang bagian awal, kalo gak salah sekitar 15 menit deh. Tapi demi menebus ketelatan saya itu, saya menyimak dengan amat sangat kok materi yang dijelaskan. hehee

Jadi yang dijelaskan adalah:

“DESIGN THINKING”

Design thinking, apa ya artinya ?

Hidup manusia tidak jauh dari masalah, setiap harinya pasti ada aja yang kita sebut dengan kata masalah entah itu sepele atau hal besar. Nah disini lah design thinking ini berperan, karena design thinking berarti bagaimana kita menghadapi masalah atau persoalan dengan cara mencari solusi yang kreatif dan bisa dibilang out of the box.

Jadi gini maksudnya.. Kalau kita menghadapi persoalan misalnya lagi banyak pikiran nih, bisa soal kuliah, kerja, keluarga, temen, pacar, bisnis, tugas, atau apa aja deh. Kita jangan melihat itu semua dengan kaku, masalahnya dipikirin terus sampai jadi semakin ribet. Kalo kayak gitu yang ada otak kita makin stress tapi persoalannya gak ilang-ilang. Nah, proses design thinking ini membantu banget lho buat ngatasin itu semua.

Gimana caranya ? Kita harus membuka pikiran kita ke scope yang lebih besar and see the bigger picture. Design thinking ini adalah gabungan dari empati, kreativitas, dan rasionalitas kita dalam berpikir. Berawalkan dari sekedar ide, dan usahakan ide tersebut “out of the box”. Suatu ide yang membuat kita semakin tertarik untuk semakin dipikirkan dan dikembangkan. Tapi idenya jangan sesuatu yang membuat kita jadi beban pikiran ya,  karena kalo kayak gitu bukan design thinking namanya.

Gimana kalo dalam bisnis ? sama aja tuh, kuncinya lagi-lagi:

-think Creative & outside the box

-see the Bigger Picture

-don’t be afraid with failure

-there is no right or wrong on expressing idea.

Kalau berdasarkan contoh yang dikasih kak Adi sang CEO, dia mencontohkan AQUA dan Teh botol.

TEH BOTOL

Kenapa teh jadi contoh design thinking ? Karena sejarahnya hebat lho, ini ceritanya..

Teh Botol Sosro dulu namanya  Teh Cap Botol, dijual pertama kali tahun 1940 dalam bentuk kemasan teh kering siap saji. Orang-orang dari dulu memang sudah menyukai teh ini. Jadi pada awalnya Pak Sosrodjojo menjual teh kering ini di pasar, tapi yang dijual dipasar itu teh yang udah diseduh jadi pembeli tinggal minum aja. Karena menurut pengunjung pasar teh itu enak maka mereka pun beli deh teh cap botol ini. Masalahnya, yang dibeli para pengunjung di pasar itu teh keringnya, jadi harus dibuat lagi dirumah.

Nah, setelah itu justru pembeli banyak yang komplain nih. Kata mereka rasanya di pasar sama dirumah kok beda. Ya iya dong, orang takarannya beda. Karena alasan itulah Pak Sosro akhirnya kepikiran untuk ngadain guest lecture session di pasar tentang cara membuat Teh Cap Botol yang benar.  hhmm menarik nih kayaknya idenya, cukup kreatif juga. Alhasil, gagal. Ternyata itu semua gak banyak berdampak, pembeli pun tetap gak bisa bikin teh Cap Botol seenak Pak Sosro.

Jangan takut gagal, itu kuncinya. Karena alasan itu akhirnya kini Pak Sosro menjual teh Cap Botol yang udah di seduh dan disajikan dalam botol. Namun, banyak orang yang menyindir dia. “Ngapain sih, jual teh gitu? orang tinggal bikin di rumah. Mana ditaro di botol lagi.”  begitu kata orang-orang. Tapi lambat laun orang-orang itu menjilat ludah mereka sendiri dan mulai membeli teh botol cap sosro itu. Sampai akhirnya kini semua pasar di Indonesia menjual Teh Botol Sosro. Out of the box kah ide pak sosro itu? Pada zamannya, iya.

Contoh berikutnya:

AQUA

hhhmm, apa ya cerita dibalik aqua ini ?

Kalau jualan teh yang masih lebih modal karena perlu gula dan teh aja diketawain orang-orang pada zamannya, apalagi kalau ada orang yang jualan hanya sekedar air biasa ini.

“Memang sih semua manusia di dunia gak bisa hidup tanpa air, tapi air kan gratis?! Kalo ada yang jual sih gak akan laku. Ada-ada aja deh yang jual.” -quote by Indonesian citizens, 1973

Itu pola pikir jaman dulu yang tergolong kuno. Sekali lagi, jangan menyerah. Think Creative. Dengan keuletan sang pemilik dan kreativitas beliau dalam hal pemasaran, Aqua pun menjadi perusahaan besar yang sempat menjadi listing company namun kini diprivatisasi lagi. Luar biasa.

“A, aqua botolnya satu.” -quote by Indonesian citizens, shortly after 1973

Dalam waktu kurang dari 10 tahun, masyarakat sudah bisa menerima air minum dalam kemasan. Sampai akhirnya kini banyak brand lain yang ingin menyaingi AQUA. Masyarakat pun meninggalkan pola pikir kuno dan masuk ke zaman modern.

Oke, selain contoh lokal. Sekarang kita Go international. Cari contoh-contoh design thinking yang di luar negeri.

APPLE. Coba ketik keyword ini di pusat pencarian terhebat in history, google. Gambar apa yang keluar?

ternyata yang keluar di posisi pertama display adalah gambar ini:

Bahkan Google yang mempunyai triliunan database sudah mengganggap bahwa Apple yang sebenarnya adalah Perusahaan milik Steve Jobs. Bukan Apple yang merupakan buah.

Apa artinya ini? Apa hubungannya dengan design thinking ?

Apple sang perusaahan telah mengubah persepsi kata dari apple itu sendiri sehingga top of mind kita ketika mendengar kata Apple yang terbayangkan bukanlah lagi buah, melainkan perusahaan dan jajaran produknya. Pada awalnya tentu orang-orang bingung apa hubungan antara buah apel dengan perusahaan IT dan bertanya-tanya kenapa Steve Jobs memilih nama ini. Tapi karena si Steve itu pede dan jenius, lama-lama juga semua orang gak ada yang protes tuh. Iphone dan Ipad pun laris keras.

Hal serupa juga dilakukan oleh Blackberry. Para pembaca pasti langsung membayangkan smartphone kan begitu mendengar kata itu ?

Terakhir kita bahas teorinya sedikit. Design thinking itu mempunyai beberapa tahap.

Nah, tahap-tahap design thinking adalah:

Observe => mengamati apa yang dibutuhkan

Synthesize => menggabungkan konsep dengan kebutuhan

Brainstorm => mengasah otak dan menghasilkan beberapa ide

Vote => memilih ide terbaik

Prototype => merealisasikan ide tersebut dengan membuat contoh skala kecil

Story-tell => saatnya menjual ide kita dan membuat seseorang tertarik

Nah, segitu aja yang bisa saya ulas. Mudah-mudahan postingan ini tidak salah dan berguna.  O,iya namanya ide gak ada yang salah kan. hehehe

Sekian & Terima Kasih. Keep Creative !

-fin


Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s