CREDITS: The Summary, The End

Ini akan menjadi postingan terakhir saya di kelas ini. Rasanya sudah banyak yang terjadi semenjak saya memulai kata pertama saya di blog ini. Semuanya terasa begitu cepat. hehe

Banyak sekali yang saya pelajari dari kelas ini. Terima kasih banyak saya ucapkan Pak Ngger selaku dosen dan Kak Bayu selaku Tutor kelas Creativity & Innovation ini. Terima kasih juga saya ucapkan untuk semua guest lecture dan teman-teman seperjuangan di kelas CI. Semoga kita semua lulus dengan nilai maksimal ya. amiiin.

Postingan ini kayaknya akan cukup singkat, karena isinya tentang summary apa yang udah saya dapatkan dari kelas ini. Sebenarnya kalau harus menulis apa yang saya dapatkan selama kelas CI ini, itu gak akan jadi blog yang pendek karena yang saya dapat banyak sekali, hehee. Tapi ya saya coba aja ngerangkum semuanya ya.

Let’s start.

1. Belajar Matematika sedikit

Pak Ngger cukup sering ngasih beberapa soal matematika dan menantang kita untuk nyelesain soal itu dengan cara yang nggak biasa. Itu sangat menambah wawasan lho pak. hehe

2. Terinspirasi oleh video-video canggih

Lagi-lagi duet Pak Ngger dan Kak Bayu berhasil menggugah inspirasi saya dengan video-videonya yang didownload dari youtube. Setiap minggunya ada aja video yang baru.

3. Berpikir Kreatif dan Inovatif

Ini kunci dari 1 semester ini, sesuai sama judul mata kuliahnya. Kita harus berpikir se kreatif mungkin dan menghasilkan karya-karya yang inovatif. Jangan berpikir hal yang biasa tapi berpikirlah hal yang luar biasa atau di luar kebiasaan. See the bigger picture dalam menghadapi berbagai persoalan. Liat suatu hal dari sudut pandang yang berbeda, dan pecahkan segalanya dengan cara yang kreatif.  Hal-hal itu pasti akan saya ingat terus. hehe

4. Terus bermimpi dan kejar mimpi tersebut

Seperti postingan saya yang terdahulu, kalau kita gak bermimpi kita gak akan punya tujuan. Justru dengan adanya mimpi kita jadi tau apa sih yang ingin kita capai dan apa yang ingin kita perbuat.

5. Tidak ada ide yang salah

Ini juga sangat penting. Tidak ada ide yang salah atau benar, jadi jangan takut mengekspresikannya. Think outside of the box

6. Menyampaikan ide kreatif kita dan membuat orang lain menerimanya

Biasanya setelah mendapat tugas, kita akan mempresentasikannya di depan teman-teman. Ini secara tidak langsung melatih kita untuk menyampaikan pikiran kita ke orang-orang di sekitar.

7. Menulis blog dan mengekspresikan sesuatu

Inilah pelajaran yang paling saya rasakan. Karena saya menulis blog pertama saya di kelas ini. Mengekspresikan sesuatu dalam bentuk verbal dan visual adalah sesuatu yang saya dapatkan dari menulis blog ini.

Nah itu dia tadi 7 manfaat kelas CI. Semoga manfaat itu akan terus ada buat saya, amiiin.

Akhirnya sampai juga saya di akhir perjalanan. hehe. Terima kasih kelas CI, Pak Ngger dan Kak Bayu. Sampai jumpa di lain kesempatan.

Semoga postingan ini berguna. sekian dan terima kasih

Salam kreatif!

-fin

Advertisements

GRAND FINALE: Local Brand Goes International

Ini dia postingan terpenting dalam sejarah perblogan saya. Sekaligus postingan ke 10 di blog saya ini. Postingan ini bernilai UAS. Ujian akhir. Jadi postingan kali ini bobotnya sangat tinggi dan harus dikerjakan semaksimal mungkin. hhmm tapi diluar semua itu, saya akan mencoba nulis seperti biasa tanpa panik, meskipun ini ujian.

Bismillah, wish me luck. hehehe

Oke, tema kali ini adalah membahas layanan dari Indonesia yang dapat menjangkau skala Internasional.

Entah kenapa, yang ada di pikiran saya langsung tercetus nama Kaskus. The largest Indonesian Community.

Kaskus, sebuah situs forum yang dibuat oleh Andrew Darwis ini sangat fenomenal di dunia maya. Berdasarkan situs alexa.com, yang mencatat traffic situs-situs di dunia maya (seberapa banyak orang yang mengunjungi situs itu setiap saatnya) Kaskus mencatat angka yang menakjubkan.

Di Indonesia Kaskus adalah Situs no 6 yang paling banyak di kunjungi.

Berikut listnya:

1. Facebook

2. Google.co.id

3. Google.com

4. Blogger.com

5. Yahoo!

6. Kaskus.us

7. Youtube

8. WordPress

9. Twitter

10. 4Shared

Dapat dilihat dari 10 situs diatas, semuanya berasal dari luar negeri kecuali Kaskus itu sendiri. wow. Kaskus diatas Youtube dan Twitter, saluut. Bisa disimpulkan kalau Kaskus adalah Situs Lokal yang paling banyak dikunjungi di Indonesia.

Memang sih, di skala lokal kaskus hebat, tapi kalo didunia gimana ? Memang hebat juga ?

Jangan salah, kita lihat ranknya ya:

234. Kaskus

262. HP

266. Dell

280. Mozilla

288. Walmart

Kaskus peringkat 234 di dunia dari puluhan sampai ratusan ribu situs di dunia. Menurut saya ini prestasi lho, Bahkan menang dari situs-situs perusahaan terkenal dunia seperti HP, Dell, Mozilla, dan Walmart. Gimana? masih meragukan daya saing Kaskus di kancah Internasional??

Kaskus ini juga berperan penting di Indonesia, apa contohnya?

Tau Sinta Jojo? Briptu Norman? tau dong ya pasti, kan muncul terus tuh di TV. Kaskus berperan besar dalam membantu mempopulerkan mereka. Karena ada salah satu member yang membuat thread ttg mereka, lalu member yang lain berbondong-bondong melihat, memberi komentar, lalu  tanpa sadar para member pun menceritakan mereka ke temannya yang non member dan seterusnya word of mouth pun berjalan sampai kini mereka terkenal.

O, iya gimana kalo kita bahas dulu sejarahnya Kaskus,

KASKUS OVERVIEW

Kaskus diciptakan tanggal 6 November 1999 oleh tiga mahasiswa asal Indonesia yaitu Andrew Darwis, Ronald Stephanus, dan Budi Dharmawan, di Seattle, Amerika Serikat. Kaskus awalnya bertujuan sebagai forum informal mahasiswa Indonesia di luar negeri.Nama “Kaskus” sendiri merupakan singkatan dari kata “kasak-kusuk”.

Pada bulan Agustus 2005, PC Magazine Indonesia memberikan penghargaan kepada situs Kaskus sebagai situs terbaik dan komunitas terbesar, kemudian Kaskus terpilih kembali sebagai website terbaik pilihan pembaca PC Magazine pada 2006.

Pada tanggal 23 Mei 2006 manajemen Kaskus terpaksa mengubah domain dari .com menjadi .us, karena penyebaran virus Brontok yang dibuat dengan tujuan menyerang situs-situs besar Indonesia dimana Kaskus masuk dalam target penyerangan.

Pada Juli 2008, Pengelola Kaskus akhirnya memutuskan untuk mengoperasikan server Kaskus di Indonesia. Untuk keperluan tersebut Kaskus membeli 8 server Dell PowerEdge 2950 dan dioperasikan melalui jaringan open IXP. Akibat dari ini akses Kaskus berlipat ganda dan akhirnya pengelola berencana menambahkan 8 server lagi sehingga total yang akan beroperasi di bulan September adalah 16 server.

Awal tahun 2011, Kaskus mengumumkan ekspansi bisnisnya dengan menjalin hubungan kerjasama bersama Global Digital Prima yang merupakan anak perusahaan dari PT Djarum.Selain itu, Kaskus juga akan menambah jumlah servernya hingga 250 buah serta melakukan rekrutmen pegawai baru hingga 80 orang. Kini anggota forum Kaskus hampir mencapai 3 juta member.

Setelah kita bahas Kaskus sekarang langsung kita bahas aja business modelnya Kaskus

KASKUS BUSINESS MODEL


Innovation Business Model

Innovasi kaskus yang menurut saya menakjubkan adalah bagaimana ia memaksimalkan people power dan arti dari sebuah forumnya. Di kaskus terdapat sub forum yang bernama forum jual beli. Menurut saya ini terobosan yang canggih dalam berjualan. Seorang member dapat menjual apa saja, dia dapat menawarkan barang dagangannya ke 3 juta member yang ada. Sebaliknya seorang member dapat mencari barang apa saja yang ditawarkan oleh jutaan member di kaskus.

Bagaimana bisnis dari sudut pandang pengelola situs itu sendiri? Pastinya hal ini gak kalah menarik dong. Misalkan saya seorang CMO disebuah perusahaan besar, saya pasti ingin masang iklan yang pastinya akan terus dilihat ribuan orang selama 24 jam kan? Nah dari situ sumber pendapatan kaskus. Iklan-iklan banyak yang ngantri untuk dipajang di kaskus page.

Contohnya seperti ini:

Selain itu, kaskus juga menawarkan membernya untuk berkontribusi balik ke kaskusnya sendiri tanpa ada unsur paksaan. Gimana caranya ? Lewat kaskus donator. Jadi setiap member bisa aja menyumbang berapa pun ke Kaskus dan hasilnya si member itu mendapat gelar Kaskus Donator. Keuntungan jadi kaskus donator adalah mempunyai fitur yang lebih dibanding member biasa.

Value Proposition

Sesuai dengan tagline kaskus yaitu, Largest Indonesian Forum. Value yang ditawarkan adalah bagaimana seorang member tidak berlandaskan latar belakang mereka di dunia nyata dapat berkontribusi di kaskus. Bagaimana mereka berkarya lewat tulisannya atau lewat hal-hal lainnya. Bagaimana mereka menshare informasi berguna yang dapat dinikmati banyak orang. Diskusi terbuka dan saling memberi pendapat. Mereka juga dapat mencari penghasilan lewat forum jual beli yang ada. Value lainnya adalah bagaimana komunitas terbesar di Indonesia juga dapat berperan langsung.


Customer

Market Segments

Kaskus tidak membatasi segmen dari para penggunanya. Tapi pada kenyataannya, lebih banyak member yang berusia 14-35 tahun. Kesimpulannya, mayoritas member forum ini adalah remaja dan dewasa. Kaskus juga tidak membatasi genre dan status sosial untuk menjadi seorang member. Karena banyak juga artis atau public figure yang mempunyai account kaskus. Berbagai macam kelas ekonomi menjadi member di kaskus dan semuanya berperan penting di forum ini. Itu salah satu keunggulan kasksus

Customer Relationship

Uniknya, di kaskus ini setiap member mendapatkan gelar sesuai tingkat keaktifan dan jumlah postingan mereka. Selain itu juga reputasi merupakan hal penting di kaskus. Member yang sangat disegani disebut moderator, moderator ini bertugas menjaga agar lingkungan forum tetap berjalan lancar dan tidak ada postingan yang melenceng seperti SARA atau lainnya. Member yang nakal, jail, iseng, biasanya diberikan reputasi merah (buruk) sama member lainnya.

Member dengan reputasi buruk akan dirugikan sewaktu berjualan karena banyak pembeli yang tidak akan percaya sama dagangannya. Nah lo, jadi meskipun di dunia maya etika juga harus tetep di jaga. Hebatnya, Kaskus member sering mengadakan gathering atau pertemuan antar member untuk menjaga tali silaturahmi antar member. Hebat juga ya, jadi gak cuma di dunia maya aja tapi dunia nyata mereka juga ngumpul bareng. Sang pendiri, atau admin kaskus Mr Andrew Darwis sangat dihormati oleh para membernya. Jadi bisa dibilang di forum ini terjalin ikatan kuat antar member dan pengelola.


Competitive Strategy

Karena kesuksesan kaskus, banyak forum yang mulai bermunculan dan mencoba menyaingi kaskus, menurut saya ini hal bagus. Karena kalau banyak saingan jadi kebutuhan untuk menjaga dan meningkatkan kualitas semakin besar. Yang dilakukan kaskus untuk menjaga customer(member)nya adalah

=>Meningkatkan performa kaskus dengan menambah server

=>Menjaga interface kaskus yang user friendly

=>Meningkatkan benefit yang didapat dari member

=>Mengadakan berbagai macam event dan  promosi


Key Activities

Kuncinya di sini lagi-lagi pada membernya. Apa yang di posting oleh para member, dan bagaimana transaksi yang terjadi di forum jual bali. Karena itu jajaran administrator dan moderator tanpa lelah selalu menjaga Kaskus setiap harinya, karena hilang pengawasan sedikit akan berdampak besar terhadap Kaskus

Cost Structure

Maintenance cost

Menambah server untuk meningkatkan performa dan menjaga program-program yang ada dengan data back up and storage tentunya membutuhkan biaya

Salary Cost

Para moderator tentunya perlu gaji juga dong untuk menjalankan tugas 24 jamnya. Selain itu jajaran programmer di balik kaskus juga tentunya mendapat gaji.

Promotional Cost

Tanpa promosi, lama kelamaan membernya bisa semakin berkurang. Jadi dengan adanya promosi brand awareness public terhadap Kaskus juga terjaga.


Conclusion

Kesimpulannya, Kaskus yang sudah sangat kuat di kawasan nasional harus lebih berani bergerak lebih kencang di kancah internasional. Gimana caranya ? Di kaskus memang terdapat sub forum internasional yang isinya adalah orang-orang asing namun sayangnya belum seaktif sub-forum lainnya. Kaskus sebaiknya mulai mengadakan promosi untuk memperkuat forum international. Yang terpenting disini adalah, Kaskus harus mulai menarik lebih banyak member asing yang berdomisili di luar negeri. Ini merupakan peluang besar untuk Kaskus dimana ketertarikan orang asing terhadap social media dan forum sebenarnya jauh lebih tingi dibanding di Indonesia. Dengan bertambahnya member dari luar negeri, nama Kaskus pun dapat mulai dikenal dunia. Dan bukan tidak mungkin, suatu saat nanti Kaskus menjadi “Largest Community on Earth”  mengapa tidak ? hehe. Salut buat situs ini, semoga dapat terus berkembang dikedepannya.

Maju terus produk-produk Indonesia!

Alhamdulillah akhirnya selesai juga nulis UASnya. Mungkin postingan kali ini ini agak serius dibanding sebelum-sebelumnya. yaah namanya juga ujian. hehehe

Jangan lupa Rate threadnya

Atau kalau boleh, TS menerima

Hahaha itu contoh kalimat yang biasa ditulis kaskuser di akhir threadnya. Buat sekedar contoh aja kok. hehehe

Okee. Sampai disini, sekian dan terima kasih. Semoga postingannya sesuai harapan hehe.

-fin

CHAPTER 9: Menulis di Internet

Menulis di internet.. hhhmm.

Ini bisa aja:

-nulis status di social media

-ngepost di forum atau milis

-comment di video

-membuat blog

Wow udah postingan ke 9 aja. nih. cepet juga ya waktu berlalu. hehe. Yak, tugas kali ini tentang menulis di internet. apa ya yang mau dibahas ? oke deh, bahas tentang pengalaman buat blog aja mungkin ya.

Bismillah, let’s start

Sudah 19 tahun saya gak pernah menulis blog. Kenapa? ada beberapa alasannya

1. Saya bukan seorang penulis yang handal

2. Saya malu kalo tulisan saya dibaca orang-orang

3. Kalaupun alasan 1 dan 2 lagi hilang, saya gak tau apa yang mau ditulis.

Pengalaman saya di bidang menulis di internet pun:

Saya punya profile di facebook tapi udah 2 tahun lebih gak diupdate

Saya punya account di twitter tapi gak pernah nge-tweet, kalaupun ada ngetweet paling cuma ngetweet tugas ke @mb408 aja. hehe. Atau paling accountnya lagi dibajak temen. hehe

Kalau saya membuka situs forum, saya cuman ngebaca aja tp gak pernah nge reply.

Tapi alhamdulillah, mungkin takdir namanya. Saya dipertemukan dengan kelas Creativity and Innovation ini. Di kelas ini saya diwajibkan untuk membuat blog. Akhirnya saya memulai debut saya untuk menulis internet thanks to kelas ini.

Pertama kali saya masuk ke dunia perblogan, ternyata menarik juga. Contohnya aja sekarang udah banyak postingan yang saya buat. Dan disini juga penulis bisa bebas menuaikan kata-kata. Penulis bisa bebas berkreasi mengekspresikan ide dengan tulisan, gambar, dan juga video.

Berdasarkan pengalaman saya, keuntungan menulis di internet adalah:

1. Keuntungan dimasalah penulisan. Tidak boros tinta. Trus tulisan saya juga gak tergolong bagus. Jadi saya terbantu dengan adanya berbagai pilihan font. hehe.

2. Tidak boros kertas. Sudah ribuan kata saya tuliskan di blog ini, namun tidak selembar kertas pun hilang karenanya. Save the earth guys, go green!

3. Praktis. Salah tulis ? tinggal tekan backspace. Gak perlu tipe ex atau ganti kertas baru. Kalau pun ada postingan yang ingin diedit juga jauh lebih mudah.

4. Lebih banyak pilihan untuk mengekspresikan sesuatu. Ada pilihan gambar, video, musik, emoticon, link ke situs lain. Jadi lebih banyak informasi yang bisa disampaikan. Tampilan pun dapat lebih menarik.

5. Semua orang dapat membacanya dan memberikan tanggapan. iya, kalau buku diary atau buku harian (yang memang saya gak pernah juga nulis keduanya) kan berisi hal-hal yang sangat private, kalau disini mungkin sedikit di saring lah apa yang mau ditulis. Karena banyak yang baca. Kesalahan menulis juga bisa berbahaya, karena interpretasi orang terhadap kalimat dapat berbeda-beda.

Begitulah tanggapan saya tentang menulis di internet.

Semoga postingan ini berguna. Sekian dan terima kasih.

-fin

CHAPTER 8: PORT

Halo semua,

alhamdulillah skrg udah postingan ke 8. berarti udah banyak juga ya yang ditulis. Sekedar info, angka 8 adalah angka favorit si penulis. Jadi mudah-mudahan ini postingan dengan ide yang paling brilian. amiin. hehehe.Oke let’s start now.

Saya akan membahas tentang PORT business Model.

Sebelumnya, Port itu apa?? kenapa bisa jadi judul postingan yang ke 8?

Jadi begini ceritanya:

Saya, Nara, Wedhi, dan Diko sedang duduk-duduk dibelakang pada saat kelas berlangsung. Bukan berarti kita dibelakang jadi anak nakal yang ngeganggu teman-teman dan gak menyimak kelas lho, justru kita sangat memperhatikan. Kali ini kelas dikasih tugas oleh Dosen paling kreatif di kelas CI, Pak Ngger (yang sudah menulis beberapa buku best seller) dan dibantu oleh tutor andalan SBM yang keren dan berprestasi kak Bayu, tentang membuat produk dan business model sendiri di salah satu bidang Social Media, Video, atau Telecommunication.  Dibuat oleh kelompok beranggotakan 4 orang. Nah pas kan tuh 4 orang dibelakang akhirnya membentuk kelompok deh.

Kami bingung, mau membuat produk inovasi di bidang apa antara Social Media, Video atau Telecommunication. Karena kami di kelas ini ditantang untuk berpikir se-kreatif mungkin, akhirnya kami memilih untuk menggabungkan 3 bidang itu menjadi satu produk inovasi yang canggih dan merupakan breakthrough zaman modern. Lahirlah sebuah product bernamakan, PORT.

Sekilas tentang PORT:

“Port: never gets too much”

Jadi intinya, Port ini adalah penggabungan dari Social Media, Youtube, dan Telecommunication Company. Hal ini dibuat karena kami merasa banyaknya layanan-layanan yang sebenarnya dapat disatukan. Ada Facebook dan Twitter, ada MSN dan Skype, Ada youtube dan TV kabel berlangganan. Kita tentunya menggunakan layanan-layanan tersebut setiap harinya secara bergantian, tapi akan lebih efisien jika ada satu layanan yang menggabungkan semua itu. Apakah layanan itu ? itulah PORT. PORT muncul diiringi dengan mulai dipasarkannya Internet TV. Jadi nantinya internet TV akan diisi oleh program PORT ini untuk memaksimalkan fungsi Internet TV itu.

PORT ??

Konsepnya adalah dimana anda menonton tv, tetapi channelnya selain ada yang konvensional seperti HBO, Starworld, ESPN, dll. Ada juga channel yang user generated. Hmmm menarik kan ? User juga memiliki fungsi untuk men follow/unfollow dan timeline serta foto storage dan fungsi tag. Setiap User memiliki channel yang juga berisikan profile dari user tersebut.   Inilah yang ditawarkan PORT, never gets too much from one feature.

Target market kami tidak berskala lokal tetapi global dan mencakup skala internasional. Semua orang didunia membutuhkan hiburan dan sulit melepaskan diri dari internet. Namun akan lebih memudahkan jika di negara tersebut sudah tersedia bandwith yang cukup baik.

Bagaimana merealisasikan ide ini ? Realistiskah ?

Tentu dong. kayak postingan-postingan sebelumnya, oprtimis itu penting. hehehe

Kami akan melakukan bundling dengan Sony untuk internet TVnya, dan juga fast net untuk layanan koneksi internet dan tv berlangganan. Kami akan memadukan program yang kami buat dengan layanan profesional dari perusahaan-perusahaan terkemuka dibidangnya. Gak sabar mencobanya? tunggu aja kita akan coba membuat nantinya. hehe

Fiturnya?

Ini dia biar lebih jelas,

  1. Conventional Channel: Layaknya TV kabel berlangganan biasa, kita menyediakan puluhan channel lokal dan internasional dan juga ratusan acara andalannya.
  2. User Generated Channel: Channel conventional gak cukup ? Tenang aja, ribuan user nantinya akan menyediakan channelnya sendiri yang isinya acara-acara yang mereka buat. Misalnya ada yang buat channel belajar gitar, channel comedy dll. Dan channel dari semua user sudah digolongkan kedalam category yang se-spesifik mungkin. Kita mempunyai rating system, jadi nanti kita bia mempromosikan user channel yang ber rating paling tinggi
  3. Social Media: Setiap user bisa mengupload foto atau video, mengupdate status dan profile, men follow user lain, menulis blog. Kami menggabungkan fungsi-fungsi beberapa social media tapi kami mengemasnya dengan interface yang simple dan futuristic. Leave others, choose PORT. hehehe

Bayar gak ?

Tenang aja, kita tau semua manusia suka dengan kata gratis. Ini free kok. Paling bayar internet TV sama layanan internetnya aja.

Trus gak akan untung dong ?
hhhmm kalo kayak gitu sih. Emangnya, google, facebook, youtube dan twitter bayar ya ? gak kan.. hehe.
Nah sama dengan mereka, kita akan mendapat untung dari Ads. Para perusahaan pasti tertarik dong dengan layanan yang dipakai jutaan orang non stop setiap harinya. Iklan akan ditampilkan di channel-channel kami sesuai kategorinya. Jadi iklan tersebut akan lebih spesifik ditonton oleh target marketnya. Tertarik kan ? hehe
Nah sekian ide produk dari kami berempat. Doakan saja ini bisa segera terlaksana. amiiin. Kalau terlaksana tentunya kami tidak akan melupakan jasa kelas CI ini. hehehe
Sekian postingan ke 8 ini, semoga menginspirasi banyak orang. hehehe
Cheeers!
-fin

CHAPTER 7: Everything Starts with a Dream

Haloo

Banyak yang bilang, 7 itu angka hoki. Yaah berhubung ini postingan yang ke 7, mudah-mudahan nulisnya lancar. amiiin. Trus isinya berguna. amiiin.

Oke, cukup dengan doa dan harapannya, sekarang kita masuk ke pokok pembahasannya. Apa nih yang mau dibahas  sekarang ?

“Tugasnya adalah mengulas tentang Docomo ya..” begitu kata Kak Bayu sang tutor.

Oke kak, saya bahas deh ya Docomo itu apa. Kita mulai ya.. Sesuai judul, everything starts with a dream, dan doa tentunya hehe.

Sekilas tentang Docomo:

Gimana videonya ? menurut saya itu hebat banget. Futuristik, penuh inovasi, canggih, keren, pokoknya luar biasa deh. Tapi di benak kecil saya, saya berpikir “emang mungkin ya kita masuk ke zaman seperti itu? Kayaknya gak realistis deh” naah pikiran kayak gini nih yang harus secepatnya dihilangkan. Oke siap, let’s think optimistic. Like the title said, “starts with a dream”. Manusia pasti bisa merealisasikan apa yang ada di mimpi & imajinasinya kok, tinggal tunggu waktu aja.

Mungkin 100o tahun yang  lalu ada juga yang berpikir pesimis seperti saya tadinya, “memang mungkin ya kita bisa terbang?”

Lalu..

Pesawat pun ditemukan.

Setelah pesawat ditemukan, muncul lah pikiran “memang mungkin ya kita bisa terbang ke luar angkasa?’

Lalu..

muncullah Yuri Gagarin dengan pesawat antariksanya yang pergi ke luar angkasa.

Berikutnya kita pun kan terus berpikir “emang mungkin ya……………………………?”  Sampai akhirnya waktu menjawab bahwa itu semua mungkin.

Seperti peribahasa yang hebat:

“Nothing is impossible”

Gak ada yang gak mungkin deh pokoknya.

Tapi peribahasa itu dibales lagi oleh quote dari brand olahraga terkenal:

“Impossible is nothing”

Nah yang ini lebih hebat lagi. Sangat optimis, karena menantang kemustahilan. haha

In a good way, maksudnya di sini adalah mimpi itu gratis, gak bayar, gak repot jadi banyak-banyaklah bermimpi, and jangan berhenti sampai di mimpi aja, chase your dream, make your dream come true, someday you will say “I was dreaming about this and now I have fulfilled my dream.” ehem, mungkin terkesan Mario Teguh banget ya dari tadi. haha

O, iya tugasnya kan bahas docomo ya? hahaha kenapa malah jadi postingan motivator gini. Oke, back on topic.

NTT DoCoMo merupakan salah satu operator telekomunikasi seluler yang utama di Jepang. Populer dengan sebutan DoCoMo yang merupakan singkatan dari “Do Communications Over The Mobile Network”. Selain itu, DoCoMo dalam bahasa Jepang berarti “di mana saja”, dengan maksud telepon genggam DoCoMo bisa digunakan di mana saja.

Selain sebagai operator telepon genggam, DoCoMo juga menyediakan layanan PHS (Personal Handy-phone System). Layanan PHS tidak lagi menerima pelanggan baru sejak 30 April 2005, dan dihentikan pada 7 Januari 2008. Pada 31 Agustus 2006, DoCoMo meluncurkan HSDPA dalam bentuk layanan FOMA High Speed.

Diluncurkan bulan Agustus 1991, DoCoMo menyediakan layanan 3G dan 2G yang memungkinkan pengguna mengunduh video serta menjelajahi internet dengan kecepatan tinggi.

Pada tanggal 29 Juli 2010, DoCoMo mengumumkan layanan jaringan generasi berikutnya, yaitu berbasis LTE dan diberi nama Xi™ (Crossy). Layanan ini dijadwalkan akan diluncurkan pada bulan Desember 2010. Layanan Xi™ berbasis LTE ini pada awalnya menawarkan kecepaan downlink hingga 75 Mbps, 10 kali lebih cepat dibandingkan jaringan 3G FOMA™ dan 37.5 Mbps di area lainnya.

Intinya, Docomo ini hobi banget bermimpi dan berimajinasi. Docomo selalu mempunyai target mimpi yang harus dicapai. hebat kan ?

Nah begitu lah postingan kali ini tentang mimpi dan docomo. Postingan akan ditutup dengan quote hebat:

“Dream as creative as you want, and achieve it with the most creative way you can.” -author of this blog

Kita pasti bisa mencapai apa yang kita inginkan.

Sekian postingan saya yang ke 7 ini, semoga berguna.hehehe

salam super!

-fin

Chapter 6: Design Thinking

Alhamdulillah skrg postingan ke 6, dan tugas saya kali ini adalah mereview tentang materi yang udah dikasih sama guest lecture kita yang kreatif yaitu:

ADI PANUNTUN

Siapakah Adi Panuntun itu ?

Dia seorang lulusan DKV ITB angkatan 97 yang kemudian melanjutkan pendidikan s2 nya di Newcaste,UK. Waah kuliah di Inggris, hebaat. Kehebatannya bukan karena kuliah di Inggris aja, tapi lebih karena pencapaian-pencapainya yang sudah dilakukan di usia mudanya itu.Apa sih pencapaiannya ?

=>  Dia membuat film C I N (T) A

wow, udah buat film profesional yang filmnya ditonton banyak orang

=> Seorang CEO Sembilan Matahari

CEO ?? ini prestasi yang lebih hebat lagi

Oke, sekilas tentang profile si Guest Lecture hebat kita. Sekarang saatnya saya mengulas apa aja sih hal-hal menarik yang disampaikan hari itu..

hhmmm, jujur aja waktu itu kebetulan saya dateng agak telat dikit. hehehe. Jadi ketinggalan yang bagian awal, kalo gak salah sekitar 15 menit deh. Tapi demi menebus ketelatan saya itu, saya menyimak dengan amat sangat kok materi yang dijelaskan. hehee

Jadi yang dijelaskan adalah:

“DESIGN THINKING”

Design thinking, apa ya artinya ?

Hidup manusia tidak jauh dari masalah, setiap harinya pasti ada aja yang kita sebut dengan kata masalah entah itu sepele atau hal besar. Nah disini lah design thinking ini berperan, karena design thinking berarti bagaimana kita menghadapi masalah atau persoalan dengan cara mencari solusi yang kreatif dan bisa dibilang out of the box.

Jadi gini maksudnya.. Kalau kita menghadapi persoalan misalnya lagi banyak pikiran nih, bisa soal kuliah, kerja, keluarga, temen, pacar, bisnis, tugas, atau apa aja deh. Kita jangan melihat itu semua dengan kaku, masalahnya dipikirin terus sampai jadi semakin ribet. Kalo kayak gitu yang ada otak kita makin stress tapi persoalannya gak ilang-ilang. Nah, proses design thinking ini membantu banget lho buat ngatasin itu semua.

Gimana caranya ? Kita harus membuka pikiran kita ke scope yang lebih besar and see the bigger picture. Design thinking ini adalah gabungan dari empati, kreativitas, dan rasionalitas kita dalam berpikir. Berawalkan dari sekedar ide, dan usahakan ide tersebut “out of the box”. Suatu ide yang membuat kita semakin tertarik untuk semakin dipikirkan dan dikembangkan. Tapi idenya jangan sesuatu yang membuat kita jadi beban pikiran ya,  karena kalo kayak gitu bukan design thinking namanya.

Gimana kalo dalam bisnis ? sama aja tuh, kuncinya lagi-lagi:

-think Creative & outside the box

-see the Bigger Picture

-don’t be afraid with failure

-there is no right or wrong on expressing idea.

Kalau berdasarkan contoh yang dikasih kak Adi sang CEO, dia mencontohkan AQUA dan Teh botol.

TEH BOTOL

Kenapa teh jadi contoh design thinking ? Karena sejarahnya hebat lho, ini ceritanya..

Teh Botol Sosro dulu namanya  Teh Cap Botol, dijual pertama kali tahun 1940 dalam bentuk kemasan teh kering siap saji. Orang-orang dari dulu memang sudah menyukai teh ini. Jadi pada awalnya Pak Sosrodjojo menjual teh kering ini di pasar, tapi yang dijual dipasar itu teh yang udah diseduh jadi pembeli tinggal minum aja. Karena menurut pengunjung pasar teh itu enak maka mereka pun beli deh teh cap botol ini. Masalahnya, yang dibeli para pengunjung di pasar itu teh keringnya, jadi harus dibuat lagi dirumah.

Nah, setelah itu justru pembeli banyak yang komplain nih. Kata mereka rasanya di pasar sama dirumah kok beda. Ya iya dong, orang takarannya beda. Karena alasan itulah Pak Sosro akhirnya kepikiran untuk ngadain guest lecture session di pasar tentang cara membuat Teh Cap Botol yang benar.  hhmm menarik nih kayaknya idenya, cukup kreatif juga. Alhasil, gagal. Ternyata itu semua gak banyak berdampak, pembeli pun tetap gak bisa bikin teh Cap Botol seenak Pak Sosro.

Jangan takut gagal, itu kuncinya. Karena alasan itu akhirnya kini Pak Sosro menjual teh Cap Botol yang udah di seduh dan disajikan dalam botol. Namun, banyak orang yang menyindir dia. “Ngapain sih, jual teh gitu? orang tinggal bikin di rumah. Mana ditaro di botol lagi.”  begitu kata orang-orang. Tapi lambat laun orang-orang itu menjilat ludah mereka sendiri dan mulai membeli teh botol cap sosro itu. Sampai akhirnya kini semua pasar di Indonesia menjual Teh Botol Sosro. Out of the box kah ide pak sosro itu? Pada zamannya, iya.

Contoh berikutnya:

AQUA

hhhmm, apa ya cerita dibalik aqua ini ?

Kalau jualan teh yang masih lebih modal karena perlu gula dan teh aja diketawain orang-orang pada zamannya, apalagi kalau ada orang yang jualan hanya sekedar air biasa ini.

“Memang sih semua manusia di dunia gak bisa hidup tanpa air, tapi air kan gratis?! Kalo ada yang jual sih gak akan laku. Ada-ada aja deh yang jual.” -quote by Indonesian citizens, 1973

Itu pola pikir jaman dulu yang tergolong kuno. Sekali lagi, jangan menyerah. Think Creative. Dengan keuletan sang pemilik dan kreativitas beliau dalam hal pemasaran, Aqua pun menjadi perusahaan besar yang sempat menjadi listing company namun kini diprivatisasi lagi. Luar biasa.

“A, aqua botolnya satu.” -quote by Indonesian citizens, shortly after 1973

Dalam waktu kurang dari 10 tahun, masyarakat sudah bisa menerima air minum dalam kemasan. Sampai akhirnya kini banyak brand lain yang ingin menyaingi AQUA. Masyarakat pun meninggalkan pola pikir kuno dan masuk ke zaman modern.

Oke, selain contoh lokal. Sekarang kita Go international. Cari contoh-contoh design thinking yang di luar negeri.

APPLE. Coba ketik keyword ini di pusat pencarian terhebat in history, google. Gambar apa yang keluar?

ternyata yang keluar di posisi pertama display adalah gambar ini:

Bahkan Google yang mempunyai triliunan database sudah mengganggap bahwa Apple yang sebenarnya adalah Perusahaan milik Steve Jobs. Bukan Apple yang merupakan buah.

Apa artinya ini? Apa hubungannya dengan design thinking ?

Apple sang perusaahan telah mengubah persepsi kata dari apple itu sendiri sehingga top of mind kita ketika mendengar kata Apple yang terbayangkan bukanlah lagi buah, melainkan perusahaan dan jajaran produknya. Pada awalnya tentu orang-orang bingung apa hubungan antara buah apel dengan perusahaan IT dan bertanya-tanya kenapa Steve Jobs memilih nama ini. Tapi karena si Steve itu pede dan jenius, lama-lama juga semua orang gak ada yang protes tuh. Iphone dan Ipad pun laris keras.

Hal serupa juga dilakukan oleh Blackberry. Para pembaca pasti langsung membayangkan smartphone kan begitu mendengar kata itu ?

Terakhir kita bahas teorinya sedikit. Design thinking itu mempunyai beberapa tahap.

Nah, tahap-tahap design thinking adalah:

Observe => mengamati apa yang dibutuhkan

Synthesize => menggabungkan konsep dengan kebutuhan

Brainstorm => mengasah otak dan menghasilkan beberapa ide

Vote => memilih ide terbaik

Prototype => merealisasikan ide tersebut dengan membuat contoh skala kecil

Story-tell => saatnya menjual ide kita dan membuat seseorang tertarik

Nah, segitu aja yang bisa saya ulas. Mudah-mudahan postingan ini tidak salah dan berguna.  O,iya namanya ide gak ada yang salah kan. hehehe

Sekian & Terima Kasih. Keep Creative !

-fin


CHAPTER 3 : Creativity and Innovation

Halo,

Kali ini postingan ke 3, dan tugas kali ini adalah ngebahas apa bedanya antara Creativity dan Innovation. Kalo menurut saya, sekilas 2 kata ini punya arti yang mirip. Contoh aja deh ya biar gampang, kita sering ngomong gini, “iih apple tuh kreatif ya bisa ngebuat ipad.” Apa bedanya sama, “iih apple tuh inovatif ya bisa ngebuat ipad”. Kayaknya arti kalimatnya sama-sama aja tuh. Tapi itu kan kalau dari gambaran luar aja, padahal sebenarnya creativity dan innovation adalah dua hal yg beda lho. Tapi memang dua hal ini saling ketergantungan, berkaitan, dan berhubungan. Mari kita bahas kedua hal ini.

 

Apa sih creativity itu ?

Kalau kata wikipedia :

“Creativity refers to the phenomenon whereby a person creates something new (a product, a solution, a work of art etc.) that has some kind of value. What counts as “new” may be in reference to the individual creator, or to the society or domain within which the novelty occurs. What counts as “valuable” is similarly defined in a variety of ways.”


Di sini disebutkan kalau kreatifitas berarti menciptakan sesuatu yang baru dan juga mempunyai nilai.

 

Kalau dari gambar ini, kreatifitas muncul dari rasa keingintahuan kita. Manusia pasti dipenuhi rasa ingin tahu. Rasa penasaran itu kalo diteruskan nantinya bisa menghasilkan suatu kreatifitas. Karena itu, pingin banyak hal atau kepo berarti hal yang bagus dong, soalnya itu selangkah mendekatkan kita ke kreatifitas.

 

Sekarang kita bahas Innovation

Apa itu innovation ?

“Innovation comes from the Latin innovationem, noun of action from innovare. The Etymology Dictionary further explains innovare as dating back to 1540 and stemming from the Latin innovatus, pp. of innovare “to renew or change,” from in- “into” + novus “new”. Innovation can therefore be seen as the process that renews something that exists and not, as is commonly assumed, the introduction of something new. Furthermore this makes clear innovation is not an economic term by origin, but dates back to the Middle Ages at least. Possibly even earlier.”


Kalau kata wikipedia, innovation itu berarti memperbaharui. Jadi mengembangkan sesuatu yang susah ada.

Innovation adalah suatu perjalanan, bukan tujuan akhir. Inovasi diawali dengan mengeksplorasi sesuatu. Sesuatu yang telah diciptakan dieksplorasi sampai akhirnya inovasi tercipta.

Trus apa dong hubungannya kreatifitas dan inovasi ?

Untuk menciptakan inovasi kita membutuhkan kreatifitas. Tanpa kreatifitas kita gak bisa menciptakan inovasi. Jadi singkatnya pengimplementasian kreatifitas akan membuahkan inovasi. Nih ada gambarnya

 

Kesimpulannya

kreatifitas apabila diterapkan akan menghasilkan inovasi. Jadi dua hal ini tidak sama, tapi berkaitan.

 

hhmm.. berarti yang bener itu kalimatnya, “iih apple tuh inovatif ya bisa ngebuat ipad”. Karena ide kreatifnya apple untuk ngebuat ipad udah dieksekusi sampai jadil si ipad itu. hehehe

 

Okee, sekian dan terima kasih. Semoga bermanfaat. Salam Kreatif !

-fin